LOVINA, RadarBuleleng.id - Kementerian Pariwisata berjanji akan membantu Buleleng menggenjot kedatangan wisatawan.
Terlebih saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali Utara sangat terbatas. Jumlahnya sangat timpang dengan kunjungan di Bali Selatan.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan merancang kerjasama antara dua negara. Yakni China atau Tiongkok dengan Indonesia.
Menurutnya wisatawan dari Tiongkok tengah menjadi magnet baru. Sebab jumlah wisatawan terus meningkat. Ia meyakini wisatawan dari Tiongkok akan tertarik berkunjung ke Buleleng.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga merancang penerbangan langsung dari Taipei menuju Banyuwangi. Harapannya wisatawan itu bisa berkunjung ke Banyuwangi, Kabupaten Jembrana, dan Buleleng.
“Kami dalam waktu dekat akan mengundang Bupati Buleleng, Bupati Jembrana, dan Bupati Banyuwangi. Kami minta komitmennya untuk wisatawan ini,” kata Marhen Yono saat pembukaan Lovina Festival, kemarin (24/7/2025).
Apabila rute penerbangan itu terwujud, wisatawan dari Tiongkok bisa berkunjung lebih lama di Bali maupun Banyuwangi.
“Targetnya mereka menginap dua malam di Banyuwangi. Selanjutnya sisa perjalanan yang 5 hari mereka manfaatkan untuk berkunjung ke Jembrana dan Buleleng,” katanya.
Dengan skema tersebut, ia meyakini akan ada 10 ribu orang wisatawan dari Tiongkok yang akan berkunjung ke Bali pada tahun 2026 mendatang.
“Mudah-mudahan dengan skema ini mereka betah, sehingga di tahun 2027 jumlahnya semakin meningkat,” demikian Marhen Yono. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya