RadarBuleleng.id – Kunjungan wisatawan ke Kecamatan Nusa Penida yang tembus ribuan orang per hari ternyata belum mampu mendongkrak tingkat hunian penginapan secara signifikan.
Meski geliat pariwisata terus naik, okupansi hotel dan homestay di pulau eksotis itu masih sangat jauh dari kondisi ideal.
Ketua PHRI Klungkung, I Putu Darmaya menjelaskan, saat ini Bali, termasuk Nusa Penida, sedang memasuki masa low season. Meski begitu, arus wisatawan masih relatif ramai.
Hanya saja, tingkat keterisian kamar di Nusa Penida rata-rata masih berkisar 25–30 persen. Artinya dari 10 kamar penginapan, rata-rata hunian hanya 2-3 kamar saja.
“Banyak yang datang, tapi jarang yang menginap. Rata-rata mereka memilih one day trip,” ungkap Darmaya.
Tren perjalanan satu hari memang menjadi tantangan bagi pelaku usaha akomodasi di Nusa Penida.
Bahkan saat high season, tingkat hunian rata-rata hanya mencapai 60 persen. Kondisi tersebut juga memicu persaingan tarif di kalangan pengusaha penginapan.
Baca Juga: Gede Suyasa Kembali Pimpin Pramuka Buleleng Periode 2025–2030
Yang menarik, menurut Darmaya, justru penginapan kelas menengah dengan tarif Rp 200 ribu–Rp 700 ribu per malam yang sepi peminat.
Wisatawan cenderung memilih segmen penginapan murah bergaya dormitory dengan tarif per tempat tidur, atau hotel mewah dengan fasilitas lengkap dan tarif di atas Rp 5 juta per malam.
“Hotel-hotel besar justru ramai. Tingkat huniannya bisa 80–90 persen, karena tamu yang datang biasanya wisatawan kelas atas yang memang ingin bersantai di hotel,” jelasnya.
Untuk meningkatkan minat wisatawan agar tinggal lebih lama, para pelaku pariwisata kini berlomba menghadirkan atraksi dan fasilitas baru.
Darmaya sendiri mengaku sedang menyiapkan tiga unit kapal selam wisata yang akan beroperasi di perairan Nusa Penida.
Kapal selam itu memungkinkan wisatawan menikmati panorama bawah laut, tidak hanya siang hari tapi juga malam hari.
“Tempat hiburan malam seperti bar dan beach club juga mulai tumbuh. Artinya, Nusa Penida sekarang makin layak jadi destinasi yang bukan sekadar dikunjungi, tapi juga dinikmati lebih lama,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya