SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pasangan calon Bupati Buleleng dan calon Wakil Bupati Buleleng nomor urut 2, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna alias Joss 24, akan memperjuangkan bagi hasil pajak yang lebih berkeadilan bagi Buleleng.
Pasangan itu mengungkap bahwa ada dana bagi hasil pajak dari Pemprov Bali yang belum diterima secara maksimal untuk Kabupaten Buleleng.
Hal itu diungkapkan calon Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, saat menghadiri acara uji publik bagi kontestan Pilkada Buleleng di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Dalam uji publik itu, sejumlah guru besar langsung menguji para pasangan calon yang menghadiri agenda tersebut.
Baca Juga: Relawan JOSS 24 Siapkan Makan Gratis Bagi Penunggu Pasien di RSUD Buleleng. Berlaku Mulai Besok
Salah seorang yang menjadi panelis adalah Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha, Prof. I Nengah Suastika.
Suastika mengungkap, biasanya Kabupaten Buleleng, Bangli, dan Jembrana mendapat kucuran dana bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
Dana bagi hasil itu diberikan, karena daerah-daerah itu masuk dalam daerah penyangga pariwisata bagi Bali.
Suastika menyebut nilainya cukup besar. Mencapai Rp 55 miliar per tahun. Dana itu berdampak besar bagi pembangunan Buleleng.
“Kemudian sekarang tidak mendapatkan bagi hasil lagi dari kabupaten lain yang memang menjadikan pariwisata sebagai unggulan. Padahal kita kan penyangga pariwisata,” ungkap Suastika.
Menanggapi hal tersebut, calon Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengakui bahwa dulunya Buleleng mendapat dana bagi hasil PHR dari provinsi.
Ia menyebut dana itu berasal dari Badung yang diberikan kepada Pemprov Bali. Kemudian didistribusikan ke daerah penyangga pariwisata.
“Lalu ada kebijakan lain. Buleleng termasuk Bangli, nggak dapat lagi. Padahal Bangli dan Buleleng penyangga pariwisata,” kata Sutjidra.
Seiring dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, pihaknya akan berjuang agar Buleleng mendapat kue dari kunjungan wisatawan tersebut.
“Sekarang dari UU Provinsi Bali, semestinya dapat juga retribusi dari wisatawan yang datang. Pasti akan kami usulkan, agar Buleleng kembali dapat. Karena Buleleng daerah yang juga dikunjungi wisatawan,” demikian Sutjidra. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya