Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Anak Berkebutuhan Khusus di Buleleng Belajar Berdemokrasi Lewat Pemilihan Ketua OSIS

Eka Prasetya • Kamis, 11 Desember 2025 | 19:01 WIB
SALURKAN HAK SUARA: Salah seorang siswa menyalurkan hak suara dalam ajang pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SLB Negeri 2 Buleleng.
SALURKAN HAK SUARA: Salah seorang siswa menyalurkan hak suara dalam ajang pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SLB Negeri 2 Buleleng.

Sempat vakum selama beberapa tahun, SLB Negeri 2 Buleleng kembali menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Proses pembelajaran demokrasi secara inklusif.

SUASANA di aula SLB Negeri 2 Buleleng, pada Rabu (10/12/2025) siang terlihat berbeda. Kursi-kursi ditata berderet, kotak suara sudah disiapkan, dan deretan siswa berkebutuhan khusus tampak tak sabar menunggu giliran. 

Di ujung ruangan, jari-jari kecil yang bertinta ungu menjulang ke udara. Simbol bahwa mereka baru saja menyalurkan hak pilihnya dalam ajang pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS.

Proses demokrasi di tingkat sekolah sempat vakum selama beberapa tahun belakangan. Kemarin, proses pemilihan kembali muncul. Kali ini, proses pemilihan di sekolah mendapat pendampingan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng.

Komisioner KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata turut memantau proses jalannya pemilihan. Ia menyapa para siswa satu per satu, memastikan setiap langkah pemilihan berjalan mudah dipahami.

“Ini kesempatan bagi mereka untuk merasakan langsung proses demokrasi,” jelasnya.

Kembalinya pemilihan OSIS ini berawal dari webinar pendidikan demokrasi yang digelar KPU Buleleng. Materi tersebut rupanya memantik semangat pihak sekolah. 

Mereka ingin siswa merasakan pengalaman nyata berdemokrasi, bukan hanya teori di kelas. Momentum itu akhirnya terwujud ketika KPU menyatakan siap melakukan pendampingan teknis pemilihan OSIS.

Pendampingan dilakukan penuh dari tahap persiapan, pemungutan suara, hingga penghitungan yang disaksikan langsung para siswa. 

Satu per satu mereka maju, mencelupkan jari, mencoblos surat suara, lalu kembali duduk dengan ekspresi bangga. Bagi mereka, menyalurkan hak suara merupakan hal yang sangat penting.

Total 127 orang pemilih berpartisipasi, terdiri atas 90 siswa serta 35 guru dan pegawai. 

Sebanyak dua pasangan calon bersaing ketat. Mereka adalah Tya Dharmashanti berpasangan dengan Adit Prasetya, melawan Intan Lidyanita berpasangan dengan Zaka Faturrahman.

Teriakan kecil para siswa sesekali pecah ketika nama kandidat disebut. Hingga akhirnya, setelah semua suara dihitung dengan cermat, pasangan Tya–Adit menang tipis dengan selisih empat suara. 

Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Buleleng, Putu Dewi Resiani, menyebut pendampingan KPU Buleleng sangat membantu menghadirkan proses yang tertib, aman, dan inklusif. Materi pendidikan demokrasi akan diberikan lanjutan keesokan harinya sebagai bagian dari rangkaian edukasi kepemiluan.

Namun bagi para siswa, pembelajaran sesungguhnya justru berlangsung hari itu. Ketika mereka berbaris, memilih, dan merayakan proses demokrasi di tingkat sekolah.

“Setidaknya ketika mereka kembali ke rumah, mereka paham bahwa suara mereka juga berarti,” kata Resiani. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#SLB Negeri 2 Buleleng #komisi pemilihan umum #osis #guru #kpu #demokrasi #kotak suara #calon #ketua osis #slb #kandidat #KPU Buleleng #buleleng #siswa