SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengucurkan bantuan ratusan juta kepada warga Buleleng.
Bantuan itu disalurkan kepada warga Buleleng yang terdampak bencana alam pada tahun 2024 lalu.
Adapun bantuan itu menyasar kepada delapan kepala keluarga yang terdampak bencana, satu pengempon tempat ibadah, dan satu keluarga yang meninggal akibat musibah kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, ada delapan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana longsor.
Sementara tempat ibadah yang rusak adalah pelinggih di Pura Banua Desa Bulian akibat kebakaran. Sedangkan korban kebakaran adalah insiden kebakaran yang terjadi di Desa Sangsit, tahun lalu.
Total bantuan yang dikucurkan oleh Pemprov Bali mencapai Rp 179 juta. Adapun rumah yang rusak mendapat bantuan antara Rp 6 juta hingga Rp 8 juta.
Khusus kerusakan rumah ibadah mendapat bantuan perbaikan sebanyak Rp 80 juta, sedangkan santunan duka cita sebanyak Rp 15 juta.
“Bantuan ini sifatnya stimulus. Memang masih jauh dari ideal. Tapi kami harap bisa membantu masyarakat dalam proses perbaikan,” ujarnya.
BPBD Buleleng juga telah mengajukan usulan bantuan sosial untuk kerugian akibat bencana yang terjadi sejak Oktober 2024 hingga Januari 2025.
Bantuan kali ini bersumber dari APBD Buleleng dengan total estimasi Rp 514,8 juta. Tercatat ada 61 unit rumah, 5 unit fasilitas umum, dan 1 unit sarana ekonomi.
Ariadi menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam penyaluran bantuan sosial tidak terencana bagi korban bencana.
"Kriteria bantuan sudah diatur, sehingga ada yang ditangani oleh kabupaten dan ada yang diusulkan ke provinsi," pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya